Seminar Jurusan 25 April 2013

25/Apr/

Penulisan Artikel Ilmiah dengan LaTex

Yudi Rosandi

Abstrak

Ditengah berkembangnya banyak perangkat lunak pengolahan katasaat ini, penanganan dokumen yang portable terhadap banyak plat-form yang berbeda-beda masih menjadi permasalahan. Penulisan naskah menggunakan pengolahan kata seringkali menghasilkan tampilan dokumen yang baik jika dibuka dengan perangkat lunak yang sama, dengan modus WYSWYG. Portabilitas dari naskah yang ditulis dengan perangkat tidak begitu baik, terutama ketika dalam naskah terdapat banyak sekali simbol-simbol, persamaan-persamaan kompleks, dan gambar-gambar. Hal inilah yang menyebabkah hampir semua penerbit terkemuka dan universitas-universitas besar didunia tetap menggunakan standard penulisan klasik dengan menggunakan LATEX, untuk artikel ilmiah dan laporan studi. LATEX memiliki konsep untuk membuat naskah bersifat kanonik pada semua jenis mesin dan sistem operasi. Naskah tidak dipertukarkan dalam bentuk dokumen WY SWG, akan tetapi dalam text murni ASCII yang terbaca oleh semua jenis mesin. Modus yang ditawarkan adalah What You Think is What You Get, sehingga dapat menghindari kesalahan presepsi dari perangkat lunak yang berbeda. Seluruh simbol-simbol dan persamaan matematik dituliskan dalam token-token yang dikenal oleh interpreter latex standard sehingga akan menghasilkan simbol yang sama ketika dikompilasi, dengan kualitas cetakan yang tinggi. Penulis naskah tidak harus mempermasalahkan
format tulisan, akan tetapi dapat berkonsentrasi pada isi dan gagasan yang ditulis.

Presentasi ini akan membahas penggunaan LATEX di jurnal Jurusan Fisika, dan pengenalan penulisan makalah dan tugas akhir.

Abstrak dalam pdf dapat diunduh di sini.