Polimer Hibrid Organik-anorganik

06/03/2018

Polimer hibrid organik-anorganik merupakan gabungan antara polimer organik dan anorganik yang mengkombinasikan sifat unggul dari komponen organik dan anorganik. Salah satu aplikasi industri dari polimer hibrid yaitu penggunaannya sebagai bahan pelapis (coating) dekorasi dengan menyisipkan dye organik  ke dalam bahan hibrid. Kekuatan mekanik yang besar dari bahan anorganik menjadi prinsip pembuatan pelapis anti gores dari bahan hibrid.

Pengembangan bahan polimer hibrid organik-anorganik berbasis monomer siloksan di Universitas Padjadjaran sudah dilakukan sejak tahun 2007 dengan fokus pengembangan bahan untuk matriks phosphor organik. Melalui berbagai penelitian dan pengembangan yang dilakukan telah dihasilkan bahan konversi panjang gelombang berbasis polimer hibrid dan kromofor RGB organik.

Pada tahun 2012 bahan konversi panjang gelombang yang berbasis polimer hibrid tersebut telah berhasil digunakan untuk membuat prototipe lampu SSL (solid state lighting) (Gambar 1) dan displai dengan prinsip fotoluminesen yang bekerja dengan teknik konversi panjang gelombang (Gambar 2).

Gambar 1. Model lampu LED retrofit menggunakan bahan polimer hibrid-dye organic sebagai bahan pengkonversi panjang gelombang

Gambar 2. Displai yang terbuat dari bahan polimer hibrid yang mengandung phosphor organik

Selain itu bahan polimer hibrid juga dimanfaatkan sebagai bahan pelapis untuk proteksi korosi baja karbon. Bahan polimer hibrid tersebut juga dikombinasikan molekul inhibitor  untuk meningkatkan efisiensi proteksi korosi.

Saat ini prekursor polimer hibrid juga dimanfaatkan sebagai matriks untuk elektrolit gel pada model divais baterei skunder dan DSSC. Pada model divais penyimpan energi superkapasitor prekursor polimer hibrid dimanfaatkan sebagai matriks separator dan medium elektrolit.

Dosen yang terlibat: Fitrilawati, Norman Syakir, Sahrul Hidayat, Annisa Aprilia