India, 25 Januari 2025 – Departemen Fisika Universitas Padjadjaran melakukan kegiatan benchmarking ke Pharmacopeia Commission for Indian Medicine & Homoeopathy di India sebagai bagian dari penguatan kerja sama strategis dalam bidang bioresources dan nanoteknologi kesehatan.

Kegiatan ini menjadi tonggak awal pembentukan Indonesia–India Bioresources Consortium, yang dirancang untuk mendorong kolaborasi riset dan inovasi dalam pengembangan nanobioresources. Fokus utama kerja sama ini adalah pemanfaatan sumber daya hayati melalui pendekatan fisika material, untuk mendukung pengembangan obat herbal modern, sistem penghantaran obat, serta material bioaktif yang berkontribusi pada solusi kesehatan berkelanjutan.

Benchmarking ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:

SDG 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera),

SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi dan Infrastruktur),

SDG 17: Partnership for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Delegasi Unpad yang dipimpin oleh Prof. I Made Joni dan Prof. Camellia Panatarani mendalami struktur kelembagaan, standar farmakope herbal, dan ekosistem inovasi India dalam pemanfaatan bioresources. Diskusi strategis juga diarahkan pada pengembangan produk berbasis nanoteknologi yang dapat diterapkan secara luas di sektor kesehatan dan industri farmasi berbasis lokalitas.

Kegiatan ini memperkuat posisi Departemen Fisika Unpad dalam mendorong integrasi ilmu fisika, teknologi material, dan sains hayati untuk menciptakan inovasi transdisiplin yang berdampak nyata terhadap masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Translate »